Contoh Cerpen – Don’t Look at My Face

Don’t Look at My Face

Sebagai anggota banjar sudah seharusnya Mali melakukan kegiatan jaga malam di Pura. Pada saat itu Mali mendapat giliran untuk berjaga di Pura Dalem yang letaknya berada di sebelah kuburan, Seperti halnya dengan para penjaga pura yang lain Mali datang dengan santai membawa sepeda motornya tanpa mengetahui bahwa pada saat itu akan terjadi kejadian yang akan membuatnya berubah.

Saat ia berjaga di pura tersebut, seperti biasa dia bermain “ceki” bersama teman-temanya untuk membuat dia tetap terjaga. Malam itu udara sangat dingin mencekam hingga dinginnya sampai menusuk ketulang. Namun Mali tidak menghiraukan hal tersebut karena asik bermain dengan temanya.

Pada suatu ketika Mali merasakan sesuatu, perasaan Mali yang mulanya tenang tiba-tiba berubah menjadi gelisah. Itu terjadi tepat pukul 12 malam. Seketika Mali ingin pergi dari tempat tersebut dan pulang kerumah. Namun karena tugasnya dia bimbang untuk memilih.
“Ehh.. jelek perasaanku, aku pulang saja ya?” kata Mali kepada temannya

“Iya kalau memang benar begitu, jangan dipaksakan pulang saja” kata teman – temannya

Karena sudah diberikan izin Mali pun beranjak dari tempatnya menuju sepeda motornya untuk pulang kerumah.

Di perjalanan perasaan Mali semakin tidak enak. Jalanan desa yang begitu sepi membuat suasana semakin mencekam. Mali yang mengendarai sepeda motornya dengan hati-hati tersebut kemudian melihat seseorang di samping jalan. Orang tersebut menggunakan pakaian serba hitam dan terus melambai-lambai memanggil Mali. Wajah orang tersebut samar bahkan Mali sendiri tidak bisa melihatnya. Namun, entah kenapa Mali menghentikan laju sepeda motornya dan menghampiri orang tersebut.

Orang tersebut kemudian naik dan ikut dengan Mali. Tanpa melihat wajah orang tersebut Mali kemudian tancap gas dan melanjutkan perjalannya dengan orang tesebut. Sempat beberapa kali Mali ingin menoleh dan melihat wajah orang yang diboncengnya, namun Mali tidak sanggup, wajahnya kaku seperti seseorang sedang memegang wajahnya dan tidak membiarkan dia menghadap ke belakang. Ia mencobanya sekali lagi namun tetap tidak bisa, orang tersebut pun berkata pada Mali.

“Jangan lihat muka saya” dengan nada seram

Setelah mendengar kata tersebut Mali tidak berani lagi mencoba menoleh kebelakang karena ketakutan. Dengan kaki yang gemetar, Mali melanjutkan perjalannya bersama orang tersebut. Hingga di pada sebuah tikungan di hutan sebelah selatan desa Mali berada, orang tersebut meminta turun. Seketika Mali menghentikan motornya dan menurunkan orang tersebut. Setelah orang itu turun, dia kemudian kembali mengatakan

“Jangan lihat muka saya” kata orang itu lagi

Mali yang kepala sudah tak terbebani lagi. Tanpa pikir panjang langsung menancap gasnya pada full speed tanpa menghiraukan orang itu karena rasa takutnya.

Akhirnya tidak lama kemudian Mali sampai di rumahnya, meskipun ia sudah berada di rumahnya Mali masih tetap merasakan perasaan yang gelisah karena bertemu dengan orang (atau apalah) tadi . Tubuh Mali menjadi dingin dan dia pun sakit untuk 1 mingu setelah kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s